Kotak Musik

Dia Vano. Nyaman dengan melodi dan harmoni yang datar serta tenang. Tahan dalam memendam dan merawat perasaan diam-diam selama lima tahun lamanya.

Lalu orang-orang baru datang, mencoba memberikan nada tinggi, rendah, bahkan mengacak-acak melodi ‘aman’ milik Vano.

Vano tak suka diusik, apalagi soal perasaan. Baginya, melodi menenangkan itu mengingatkannya pada cinta pertama yang sampai sekarang masih ia genggam dalam kebisuan.

Lalu Vano tersadar, bahwa musik tanpa suara tinggi itu membosankan. Tak akan pernah ada melodi indah jika nada-nada lain tak ikut bermain.

Dan ini bukan sekedar tentang kotak musik yang berirama datar. Ini tentang dinginnya hati Vano, resiko, ketegaran hati untuk berkorban, dan cinta pertama yang begitu sulit tersampaikan.

“Kotak Musik, satu cerita yang menunjukan quality memang lebih penting dari quantity. SELAMAT, KEN! Kamu sukses memporak-porandakan Wattpad!” —@Dizappear (Anindya Frista), Author ‘Catatan Tentang Hujan.’

“Gue tahu mengkonsumsi Narkoba itu dilarang Negara karena bikin ketagihan. Tapi kalau kalian baca cerita ini, ketagihan kalian nggak akan dilarang! Siap-siap dibuat jatuh cinta sama tingkah gemes tokoh-tokohnya, hehehe. Recommended!” —@Annameilibr

“Ikan bersisik pecel lele. Kotak Musik emang paling kece!” —@Rizkinaid

“Nggak bisa diungkapin. Cerita ini ter—cinta banget! Bikin jungkir balik perasaan yang baca. Good job, Kak!” —@Ririsintan