Pernikahanku dan kehidupanku sempurna, tadinya.
Siapa sangka, badai dalam pernikahanku datang dari seorang perempuan taat.
Namanya Asih. Aku kira, aku sudah mengenalnya dengan baik.
Nyatanya, aku bak mengupas bawang. Semakin lama, semakin perih.
Semakin kutahu bagian dalamnya, rahasianya, semakin aku tersiksa.
Asih bak pawang dari siapa pun yang dekat denganku.
Dia dan pesonanya mampu menghipnotis dan merebut siapa pun dariku.
Ya. Siapa pun, termasuk suami, anak kandung, bahkan ibu kandungku.
Apakah aku memang seburuk itu hingga semua orang memilih berpihak padanya?
Bagaimana caraku bertahan? Bagaimana caraku melewati semuanya sendirian?
Ini adalah kisah nyataku, dari seorang wanita bernama Alina.
Alina memiliki keluarga kecil yang bahagia. Suaminya bernama Reza. Pria itu adalah suami yang sangat pengertian dan baik hati. Keduanya memiliki anak bernama Rere yang masih sekolah di SD. Alina adalah wanita karir yang memiliki usaha bisnis jasa titip barang dari luar negeri. Usahanya sangat maju sehingga ia harus ke luar negeri paling tidak sebulan sekali untuk berbelanja. Ia mempercayakan urusan domestik rumah tangga pada Asih.
Asih adalah asisten rumah tangga yang masih muda dan cantik. Ia sudah menikah, tetapi suaminya kerja proyek di luar Jawa. Asih pulang pergi setiap harinya untuk bekerja di rumah Alina. Di mata Alina, Asih adalah perempuan salehah yang kerjanya bagus. Namun, semua berubah ketika suatu hari Asih diketahui tengah hamil. Alina curiga karena suami Asih sudah lama sekali tidak pulang. Akhirnya, Alina pun bertanya pada Asih tentang siapa lelaki yang menghamilinya. Ternyata lelaki itu adalah Reza.
Alina shock setengah mati. Di sisi lain, Reza tetap mau mempertahankan rumah tangganya sekaligus bertanggung jawab pada Asih. Ditambah lagi, mertua Alina juga meminta Alina untuk legawa dan menerima poligami yang dilakukan Reza. Dengan sangat terpaksa, Alina menjalani kehidupan poligami itu. Setiap pekan, Reza mengatur waktunya untuk kedua istrinya. Awalnya semua baik-baik saja. Namun, ada saja ulah dan akal bulus Asih untuk membuat Reza tidak bisa menginap lama di rumah Alina. Bukan hanya itu, Rere pun mulai condong pada Asih. Sedikit-sedikit Asih dan maunya dekat dengan Asih terus.
Hanya itu? Tentu tidak. Ibu kandung Alina pun memaksa Alina tetap bertahan dalam pernikahan itu. Bahkan wanita itu dengan cepat bisa menyukai Asih. Wanita itu malu pada anak kandungnya, tetapi sangat baik dan lembut pada Asih. Semua orang terlihat menyukai Asih dan itu membuat Alina semakin menderita.
Pada akhirnya, Alina memutuskan untuk bercerai dengan Reza. Lagi dan lagi, Rere lebih memilih untuk tinggal dengan Asih dan Reza. Lama-lama, Rere semakin jauh dari Alina. Rere menolak untuk bertemu dengan Alina, bahkan dijemput di sekolah pun ia tidak mau dan malah kabur.
Di tengah penderitaan dan keputuasaan itu, Alina melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan kembali membuka bisnis baru. Di kampus, Alina mendapatkan sahabat salehah yang bernama Dewi beserta adiknya yang bernama Omar. Tak disangka, Omar menaruh perhatian lebih padanya bahkan nekat mengkhitbah Alina di tengah jalan. Alina tidak terlalu menanggapinya karena baginya ini semua terlalu cepat.
Alina menumpahkan seluruh keluh kesahnya pada Dewi. Dewi meminta Alina agar tetap sabar dan memaafkan. Selain itu, seluruh cerita Alina tentang Asih yang aneh pun membuat Dewi memintanya agar memperbanyak ibadah dan memasrahkan semuanya pada Allah.
Rere masih tetap tidak mau menemui Alina. Bahkan pesan dari Alina pun tidak dibalas. Anehnya, pada suatu hari, Reza berkata bahwa Rere merindukan Alina. Itu semua membuat Alina bertanya-tanya. Ia pun mengatakan pada Reza bahwa selama ini pesannya tidak pernah dibalas oleh Rere. Reza yang curiga pun segera bertanya pada Asih. Rupanya nomor Rere sudah ganti dan Asih lupa mengabarkan pada Alina.
Alina pun mengunjungi Rere. Namun, ada yang aneh baginya. Ia melihat air minum untuk Rere dan Reza dipisahkan khusus oleh Asih. Ia juga menemukan bungkusan putih aneh, lalu Asih juga mengoleskan parfum aneh dan membaca doa di ubun-ubun Rere. Akan tetapi, Alina tidak igin berpikir aneh-aneh saat itu.
Di waktu yang berbeda, justru Reza menemukan banyak hal aneh di rumahnya sendiri. Mulai dari beras kuning, air rendaman bunga kantil, buhul, kertas dengan bacaan huruf Arab gundul, dan berbagai hal aneh lainnya yang melanggar syariat. Ia pun meminta Alina untuk menjemput Rere yang shock karena melihat Reza dan Asih bertengkar. Setelah Rere pergi, Reza membongkar semua penemuannya dan memojokkan Asih. Reza pun memilih untuk meninggalkan rumah.
Sementara itu, kondisi Rere memburuk di rumah Alina. Rere seperti orang linglung dan tiba-tiba ia tidak bisa berjalan. Alina segera memeriksakan kondisi Rere ke dokter, tetapi hasilnya tidak ada yang aneh. Dokter hanya mendiagnosis syarafnya melemah dan harus menjalani fisioterapi. Reza yang mengetahui hal itu pun semakin kesal pada Asih, hingga pada akhirnya ia menjatuhkan talak pada perempuan itu.
Di masa-masa sulit itu, Alina mendapatkan kabar bahwa Ibuk meninggal dunia. Ia merasa dunianya seperti runtuh. Ketika di pemakaman, Alina melihat Asih ada di sana tetapi Asih tidak menyapanya. Reza pun meminta izin Alina agar Rere dirukiah, bahkan kalau bisa dirukiah semuanya. Alina setuju. Mereka pun melakukan rukiah.
Pertolongan Tuhan seperti datang terus menerus. Tiba-tiba muncul seorang perempuan cantik bernama Natasha yang rela menemuinya dari luar Jawa. Natasha membuka seluruh kedok Asri yang ternyata dulu pernah berkali-kali hampir merebut suami orang. Setelah kedatangan Natasha, tiba-tiba Asih dan ibunya pergi menghilang. Kondisi Rere membaik dan mulai bisa berjalan lagi. Reza pun mengajak Alina untuk rujuk, tetapi Alina menolak karena sudah ada Omar yang melamar.

